Selasa, 27 Juli 2010

Kisah-Kisah Bayu, Si Laki-Laki Yang Lugu Episode II

 Karya : Anak Agung Lanang Oka

Arrrghhhhhh argggghggkkkkk ada sesosok mahkluk hitam misterius mnggreyangi tubuhku.... Aku berusaha untuk bangkit dan bangkit...aku menendang kakinya dan aku terus menendang..tapi aku tidak bisa... Aku lemah... Dan "ploop... ", suara sakelar lampu dipencet, kamarku mnjadi terang dan perlahan aku membuka mataku... Huff hanya mimpi... Tante Aurista tersenyum di ambang pintu kamarku, dan berucap "Selamat Pagi Sayang".. Aku hanya terdiam dan membalas dengan senyuman... Bayu!!, tante sudah siapkan sarapan untukmu, nanti dihabiskan yah... Tante mau bayar listrik dan air dulu... Ok!!,. Tante bergegas meninggalkanku dan stelah 15 menit berlalu ku dengar suara knalpot vespa yg menandakan tante sudah berangkat pergi... Ku bangunkan tubuhq dari tmpat tidur, lalu aku menuju jendela... Aku melihat sepasang suami-istri berkulit kuning langsat serta tiga anaknya berada di halaman depan rumah mereka... Mereka bahu membahu memasukkan bungkusan bakpao ke kotak yang ada di tiga buah sepeda, setelah semua bakpao di masukkan... Si Ayah mencium kening sang Ibu dan dilanjutkan mencium kening ketiga anaknya... Setelah itu si ayah berangkat pergi mengayuh sepeda berjualan dan diikuti oleh kedua anaknya yang masing-masing mengendarai satu buah sepeda... Dalam benakku, mereka gigih bekerja dan bekerja bersama keluarga... Aku terharu melihat mereka... Aku pun bergegas untuk keluar rumah sebelum si Ibu tadi menutup pintu rumahnya... Ahhh....ahhh.aaahhh... Aku trsengal sambil berlari...ahhhh...ahhhh....ahhhhh.... Akhirnya..... Aku mengetok pintu... Tok...tok...tok.... Tok...tok...tok... Tunggu sebentar sahut si anak laki-laki.... ,Kriakkkkkkk..ngereeotttttt, suara pintu tua yg terbuka,... Keluarlah sesosok anak keturunan cina dengan kulit kuning langsat, mata sipit, dan seumuran denganku... "ada apa"?, sahutnya... Aku mnjawab,. Hai... Perkenalkan, namaku Bayu Satria Pratama, kamu bisa panggil aku Bayu!!!... Siapa namamu?, aku boleh berteman denganmu?.... Si anak itu melihatku dengan tatapan yang penuh curiga!!! Lalu dia tersenyum dan berkata : "boleh", namaku Agus Putra Wicaksana, kmu boleh panggil aku Agus... Lalu agus pun berkata = "kenapa kamu terburu-buru menuju rumahku dan ingin berkenalan denganku?"... Aku kagum melihat kalian bekerja sama dalam memasukkan bakpao ke kotak di masing-masing sepeda kalian... Aku senang melihat seluruh anggota keluarga kalian kompak.. Sahutku... Agus pun membalas = terima kasih, kami memang keluarga yang kompak, kami setiap hari bangun jam 3 pagi untuk membuat Bakpao, kecuali hari mnjelang IMLEk kami mesti bangun jam 1 untuk membuat bakpao, maklum saat itu pesanan mmg sedang banyak-banyaknya... Kamu anak siapa? Mengapa aku pertama kali melihatmu? .... Aku pun menjawab = aku adalah ponakan tante rista, yang tinggal di depan rumahmu... Ohhh tante rista, ahhh aku kira dia tidak punya siapa-siapa lagi setelah suaminya meninggal dunia 3 tahun yang lalu, ujar Agus,. Aku tersenyum malu, karena aku memang tidak pernah sekalipun bermain ke rumah tante rista dari aku lahir hingga kedua orang tuaku meninggalkan ku pergi tanpa sebab... Oh iya, aku bole membeli satu buah bakpaomu?? .... Agus lalu menjawab = janganlah beli, ini aku kasi kamu saja, si agus bergegas menuju lemari tempat menyimpan bakpaona yang tepat berada di sebelahku,... Kmu mau rasa apa? Ujarnya!! ... Aku tidak tau bakpaomu terdapat rasa apa aja!! Ucapku... Agus pun menjawab = ada rasa cokelat, kacang hijau, dan sayur-sayuran,. Kmu mau yang mana? Aku mau yang Kacang Hijau!!! Jawabku... Hmm yummy.. Bakpao itu telah habis aku makan.. Rasanya memang enak.. Terima Kasih Agus!! Ucapku.. Iya sama-sama, tante rista juga sering memberiku bumbu pecel ketika beliau datang dari kampungna di Madiun... Hehehe,. Jawab agus... Lalu aku melihat sekeliling rumahnya dan tertarik dengan tulisan "Bakpao MOTA-MOTA"... Hai Agus, apa itu "MOTA-MOTA"?.... Agus lalu menjawab = kata itu adalah marga dari keluarga kami... Kami memberi nama pada usaha bakpao kami... Keluarga kami memiliki nama etnis yang dimulai dengan huruf 'MO' , nama Mota-Mota merupakan nama kakek buyut aku... Lalu nama etnismu siapa? Ujarku... Agus tersenyum dan menjawab = nama etnisku "Momota" karena aku anak terkecil di keluargaku dan lahir di bulan Juni menurut kepercayaan keluarga kami,.... sedangkan keluarga lainnya ,? Sahutku... Agus pun menjawab = ayahku, bapak herry siswanto bernama Momoshi, Ibuku Annastasia Octavia Bernama Momoli, kakak tertuaku, Muhammad Siswanto bernama Momoka, dan Kakak Perempuanku Tiara Figur bernama Momoti.... Aku sedang sakit sehingga aku diam dirumah, pekerjaanku dikerjakan oleh cece momoti... Begitu sahutnya... Lalu sesosok wanita paruh baya keluar dari pintu ruang tamu dan berucap = Momota, sini kamu... Coba Ibu pegang dahimu... Lalu agus bergegas menuju Ibunya,. Dan Si Ibu memegang dahi agus lalu mencium kedua pipinya dan mencubit kedua pipina dengan gemas... Momota kmu masih panas, ayo kedalam dulu dan kamu mesti tidur di kamar... Baik Ibu, sahut Agus... Agus lalu masuk bersama Ibunya dan melambaikan tangan kepadaku, yang menandakan sampai jumpa lagi... Aku hanya terpaku memandang kejadian itu... Aku terharu melihat agus dan ibunya... Lalu aku bergegas pulang ke rumah dan bersiap untuk mandi dan menghabiskan sarapanku... Dalam perjalanan pulang aku masih terbayang agus yang dicium dan dicubit pipina dengan gemas oleh Ibunya., aku pun tak sengaja menetaskan air mataku.., namun aku mesti kuat dan memecahkan teka-teki ini ... Tentang sesuatu benda sepeninggal orang tuaku yang blum boleh aku buka... Aku pun selesai mandi dan segera menuju meja makan,. Sebelum membuka penutup makanan aku berdoa trlebih dahulu... Ketika membukanya, aku melihat semangkuk sayur bayam dan sepiring telor dadar,.. Aku mengambil nasi putih, dua sendok sayur bayam dan sebuah telor dadar,.. Aku berusaha menghabiskan makananku, walau bagiku menu ini tidak terlalu enak.. Tapi peristiwa yang aku lihat di keluarga Agus, membuatku bersemangat untuk menghabiskannya... Aku bisa makan masakan keluargaku merupakan hal yang terindah yang aku rasakan, walaupun itu masakan yang tidak mewah... Setelah selesai makan, aku mencuci piring di dapur,. Setelah itu aku membuatkan secangkir teh untuk tanteku... Kasihan tante, sudah capek-capek memasak dan membersihkan rumah, ujarku... aku pun bergegas menuju jendela kamarku yang terletak di lantai dua untuk melihat keluarga Agus... Aku melihat Ibu Agus sedang menjemur pakaian seluruh keluarganya,. Sedangkan si Agus membantu Ibu nya dengan memberi jepitan pada masing-masing jemuran... Dalam hatiku, aku bisa merasakan perasan Agus, walaupun dia sedang sakit namun dengan perasaan nyaman dan cinta di Keluarganya, dia seolah-olah tidak peduli dengan sakit yang dia derita... Agus sangat bersemangat membantu Ibunya,.. Dan si Ibu mengelus-ngelus rambut Agus... Mereka berdua sangat dekat dan lucu... Bersambung ...

Rumahku..

Rabu, 28 Juli 2010 07:27WIB

Ini adalah Rumahku
jantung kota,
masuk ke gang-gang kecil
melewati jalanan becek
ketika hujan datang,
sepi pun datang

Disini aku di besarkan
6000 hari lebih rumah ini jadi saksi
ketika senang
ataupun sedih,
Rumah ini melindungiku
walaupun setengah jadi,
rasa syukur tak pernah hilang

Kasihan mereka yang tidak memiliki tempat tinggal
tidur di emperan toko
beralas tikar
beratap mimpi
terkadang mereka di usir
andai saja aku punya banyak uang
akan ku belikan mereka tempat tinggal
tapi apa daya?
aku tak punya

apakah kalian punya rasa yang sama sepertiku?

Jalanan..

Kamis, 22 Juli 2010 22:38WIB




















Dunia itu bulat.
Terkadang kita ada di atas.
Terkadang kita juga bisa di bawah.
Aku kira aku adalah manusia yang kurang beruntung
tetapi,
masih banyak orang lain yang nasibnya lebih buruk dariku
aku sangat bersyukur
karena aku masih mempunyai banyak kenikmatan yang mereka belum tentu punya

Siapa yang mau jadi anak jalanan?
jelas tidak ada bukan??

lihat nasib mereka!
siapa coba yang mau?
jelas tikdak bukan?

tapi
di balik semua itu mereka mempunyai banyak sisi negativnya

NARKOBA BAGIAN DARI HIDUP MEREKA
sungguh di sayangkan, di usia mereka yang masih belia, mereka sudah mengkonsumsi narkoba.
mereka merokok dan yang lain nya                                                                                                                 

Kisah-Kisah Bayu Si Laki2 Yang Lugu "EPISODE I"

Saturday, 09 January 2010 at 19:50

Karya:  Anak Agung Lanang Oka

Halo semua… aku awali kisahku saat masa ketika aku dilahirkan……
Begini ceritanya :

SEJARAH NAMAKU

Aku merupakan anak satu-satunya dari kedua orang tuaku. Sampai saat ini aku tidak mengetahui kenapa aku berwujud seperti ini!!!! Namun aku menikmati apa yang diberikan Tuhan kepadaaku. Aku awalnya seorang anak laki-laki biasa yang lahir di Kota Surabaya tepatnya pada 10 Nopember 1989 tepat saat Hari Pahlawan Nasional. Akupun diberi nama Bayu Satria Pratama yang memiliki pengertian sebagai berikut :

Bayu = Kuat
Satria = Kesatria
Pratama = Pertama yang berarti Penegak Kebenaran (Pemimpin)

Jadi Bayu Satria Pratama = Anak laki-laki yang Kuat dan Berjiwa Kesatria.
Besar harapan orang tuaku untuk menjadikan aku sesosok manusia yang berguna terutama, mampu untuk menjadikan nusantara sebagai negara yang maju dan makmur.

Ketika usiaku 8 tahun kedua orang tuaku meninggalkan ku untuk hijrah ke negeri tetangga tanpa sepengetahuanku. Aku menangis seharian untuk memikirkan hal itu. Sebelum meninggalkanku, kedua orang tuaku memberiku sebuah kotak yang hanya boleh kubuka ketika aku berusia 9 tahun. Untuk menutupi rasa ketakuatanku akan tinggal seorang diri di rumah, aku akan mengunjungi rumah tante Aurista . Aku ingin tinggal bersama beliau karena beliau satu-satunya sanak keluarga dari Ibuku di Surabaya.

PERJALANAN KE RUMAH TANTEKU

Saat itu matahari bersinar dengan cerahnya, jam tanganku telah menunjukkan pukul 7 pagi. Dalam pikiranku masih dipenuhi dengan tanda Tanya, dan selalu bertanya dalam hati “Mengapa aku ditinggalkan kedua orang tuaku???”. Aku memulai mengemas barangku dan bergegas menghabiskan sarapanku yang berupa potongan biscuit Roma Kelapa yang kucelupkan ke dalam segelas susu dancow full cream rasa vanilla yang masih hangat sebelum aku menguyahnya.

Ketika sarapanku sudah habis termakan, aku berangkat ke rumah tanteku yang beralamatkan di Gang Makam Keputih, Sukolilo-Surabaya. Untuk menuju kesana, aku menaiki sepeda poligonku. Ketika aku melewati wilayah Kapas Krampung aku berhenti untuk beristirahat minum karena udara sangat gerah. Aku berhenti di pinggir penjual Koran dan meminum air botolan yang aku bawa dari rumah. Sambil menikmati air botolku aku memperhatikan seorang anak laki-laki yang menangis di samping penjual Koran itu. Aku mendekati anak itu dan bertanya,

Bayu : hai kamu mengapa menangis ???
Anak laki-laki : aku dipukul oleh ayahku!!!! Hikzzz hikzzz(sambil menunjukkan bekas pukulan di mata kirinya).
Bayu : mengapa ayahmu memukulmu???
Anak Laki-laki : aku ketahuan mencuri duit ayahku ketika beliau tidur!!!..Hikzzz hikzz(sambil terisak).
Bayu : Mengapa kamu mencuri??? Mencuri itu perbuatan yang tidak terpuji menurut Kata AYAH-Ibuku!!!
Anak laki-LAki : Aku lapar, dari kemarin tidak makan !!!!
BAyu : Mengapa kamu tidak makan??? Apa orang tuamu tidak memasak untukmu???
Anak Laki-laki : Tidak!!! Ibuku sudah minggat dari rumah gara-gara Ayahku yang bernama Thomas Yulius SN si laki-laki hidung belang alias Laki-Laki Bau Sperma!!! Selingkuh dengan Teman Ibuku sendiri yang Bernama Udah Ifa!!! SI Wanita Lintah darat!!! Dia dikenal sebagai juragan rentenir di kawasan ini!!!! Aku BENCI MEREKA!!!!!!!
Bayu : aku turut perihatin atas keadaanmu, ini aku punya sepotong buah kates, silakan dimakan…
Anak LAki-LAki : Horeee!!!!!(LANGSUNG MELAHAPNYA DENGAN CEPAT)….
Bayu : Maaf aku belum mengenalmu, namamu siapa?? Aku Bayu, aku sedang menuju ke rumah tanteku
Anak Laki-Laki : Aku Arivian Demas Pratama!!!! Kamu bisa panggil aku demas…. Makasi yah aku sudah agak kenyang dengan makananmu….
Bayu : Ok, maaf yah aku ingin melanjutkan perjalananku kerumah tanteku, sampai jumpa yah.. moga aja Ayahmu memperhatikanmu… ehh maaf aku mau Tanya lagi, sekarang ibumu ada dimana???
Demas : Ibuku sekarang balik ke rumah nenekku… aku sangat sayang Ibuku (hikazzzzzz “kembali menangis”)….. Ibu ku dulu jualan nasi lodeh n nasi campur di pasar kya-kya, warung ibuku bernama WARUNG NASI WHINDA SULATRI.. nama warungnya diambil dari nama ibuku sendiri. Warung ibuku sangat ramai karena masakan ibuku sungguh lezat…. Tapi kini beliau tidak bisa memasak untukku dan para sopir taksi yang merupakan langganan warung ibuku..Hikssszzz (sambil terisak).
Bayu : Ok deh.. maaf yah… aku membuatmu sedih lagi.. aku pergi dulu yah.. jaga dirimu baik-baik kawan!! Semoga kita berjumpa lagi dan kamu dalam kondisi bahagia!!!
Demas : Maksih yah atas katesmu… aku sudah agak kenyang…. Ok..kamu juga jaga diri yah!!!.. Sampai Jumpa!!!!

Akupun melanjutkan perjalananku dan kembali mengayuh pedal sepedaku, ketika aku menoleh kebelakang. Aku melihat pemandangan yang sangat tidak mengenakkan. Anak laki-laki itu, si Demas, dipukuli oleh pria brewok dan memaksanya untuk membersihkan mikrolet. Kemungkinan pria brewok itu Ayahnya sendiri. Aku sedih akan nasib si Demas. Dalam hati, aku berdoa kepada Tuhan agar Demas diberikan kehidupan yang layak.

Akhirnya dari perjalanan yang jauh, aku sampai juga di mulut gang makam keputih. Dan bergegas mengayuh pedal sepedaku untuk menuju ke sebuah rumah yang bercat Kuning… nafasku terengah-engah saat itu, perjalanan yang amat jauh dari wilayah rumahku ke daerah ini..huhhh.. keringatku membasahi bajuku dan tas ranselku… aku pun memarkir sepedaku di pintu pagar rumah tanteku lalu memencet bel berkali-kali agar tanteku keluar.

Pintu itu terbuka dan ..ahhhhhhhhhhhhhhh HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHhhhhhhhhhhhhhhhhh OH TUHAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!................................................................................
Duarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr… aku dikagetkan oleh suara mercon yang dilempar tanteku!!!! Hiiiiiiiiii..hiiiiii (sambil tertawa lantang) Tanteku yang hitam manis itu mengerjaiku….

Tante Aurista : Bayu kenapa kamu lama sekali datangnya, nak??? Masakan tante menjadi dingin tuh!!! Ayo sini cepet masuk ..Ayo makan nak…
Bayu : Maaf tante aku bertemu dengan seorang anak di tengah jalan ( aku pun menceritakan kejadian tadi sambil berjalan menuju dapur bersama tanteku)…
Tante Aurista : Ok, kamu anak yang baik dan berjiwa mulia. Tante bangga denganmu!!, (tanteku membuka penutup makanan dan menyiapkan piring dan gelas untukku)
Bayu : hmmm enak tante (bau masakan tanteku tercium dihidungku)
Tante Aurista : wahh..kamu ini berlebihan, kamu belum memakannya kog sudah dibilang enak??? Ayo!!!!!! Mau muji tante yah!!!! Atau mau ngejek tante nih???? (sambil mengedipkan matanya)
Bayu : bukan begitu tante, baunya aja sudah harum apalagi memakannya ( sambil memasukkan sesendok potongan daging rendang ke mulutnya)…. Wah enak banget!!!! Maknyussss!!!!!
Tante masaknya pake apa kog enak banget??? Bayu bisa habis 3 piring nih!!!
Tante Aurista : wah kamu bisa aja!!!, tante masaknya pake kecap cap Aurista, mungkin enak karena merek kecapnya sama dengan nama tante..hehehehehehheh (tersipu malu).. Ayo nak nanti dilanjutkan ngobrolnya kamu makan dulu yang banyak… Tante pengennya nemenin kamu makan, tapi sekarang tante mau diet.. kadar gula tante naik, jadi sesuai dengan anjuran dokter, Tante Harus Diet dengan hanya mengkonsumsi sayuran… Bayu!! Tante ke kamar dulu yah, Tante mau mandi dan berhias karena nanti mau ada acara arisan tetangga.
Bayu : Baik tante.. Terima kasih, bayu habisin yah!!!!
Tante Aurista : ayo dihabisin ajah… nanti setelah makan kamu istirat dulu dan kamarmu ada di lantai 2,. Tante sudah siapkan lemari dan tempat tidur yang nyaman… semoga kamu betah tinggal disini..
Bayu : terima kasih tante… maaf merepotkan. Mulai saat ini Bayu akan menjadi anak yang patuh dengan perintah Tante dan Bayu akan membantu Tante membersihkan rumah dan tentunya rajin belajar!!! (berbicara dengan semangat)
Tante Aurista : wah bagus tu!! Anak yang Baik… Ok TAnte tinggal dulu yah, kamu istirahat aja setelah makan, karena rumah sudah tante bersihkan tadi pagi jadi kamu nggak usah membersihkan rumah lagi.

Setelah menghabiskan makananku, aku bergegas menuju kamar dan langsung merebahkan tubuhku di tempat tidur yang amat besar dan nyaman..hmmmmmmmmmmm… aku mulai memejamkan mataku dan akupun tertidur……zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzsssssssssssstttttttttttttttttttttttt………….. namun aku merasakan tubuhku ada yang menyentuh… semacam tangan dan kelima jari-jarinya membelai kepalaku dengan halus…. Bulu-kudukku merinding…. Aku merasa ketakutan, namun aku berpura-pura untuk tetap tidur… aku perlahan-lahan membuka kedua mataku dan ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh apaaaaaaaaaaa itu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

BERSAMBUNG

Senin, 26 Juli 2010

Biograffy Of Wiji Thukul

Wiji Thukul lahir 26 Agustus 1963 di Kampung Sorogenen, Solo, yang mayoritas penduduknya tukang becak dan buruh. Dia sendiri datang dari keluarga tukang becak. Sebagai anak tertua dari tiga bersaudara dia berhasil menamatkan SMP (1979), masuk SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia) jurusan tari, tetapi tidak tamat (1982).

Wiji Thukul selanjutnya berjualan koran, kemudian oleh tetangganya dia diajak bekerja di sebuah perusahan mebel antik sebagai tukang pelitur. Pada waktu bekerja sebagai tukang pelitur itu dia dikenal sebagai penyair pelo (cadel) yang sering mendeklamasikan puisinya untuk teman-teman sekerjanya.

Wiji Thukul menulis puisi sejak masih duduk di bangku SD. Dia mulai tertarik pada teater ketika SMP. Dia bergabung dalam kelompok teater JAGAT (Jagalan Tengah). Bersama kelompok ini dia pernah keluar masuk kampung ngamen puisi dengan iringan berbagai instrumen musik: rebana, gong, suling, kentongan, gitar, dsbnya. Tiga bulan menjadi wartawan Masa Kini.

Istrinya Sipon bekerja sebagai tukang jahit. Wiji Thukul juga membantu istrinya dengan menerima pesanan sablonan kaos, tas, dll. Dia memiliki dua orang anak: Fitri Nganti Wani dan Fajar Merah. Prestasi tertinggi di bidang sastra: dia menerima WERTHEIM ENCOURAGE AWARD (1991) dari Wertheim Stichting di Negeri Belanda bersama WS Rendra.

Sejak Peristiwa 27 Juli 1996 yang menghebohkan, Wiji Thukul menjadi salah seorang korban politik Orde Baru. Hingga sekarang belum juga diketahui di mana Wiji Thukul berada.

Karya-karya Wiji Thukul telah dihimpun dalam sebuah buku yang diberi judul Aku Ingin Jadi Peluru (2000) dan diterbitkan Penerbit Indonesia Tera, Magelang. Penerbit ini sangat berjasa dalam menghimpun karya-karya Thukul yang semula tersebar di berbagai manuskrip dan terbitan. Dari Taman Budaya Surakarta, diperoleh dua buah manuskrip, yakni “Darman dan Lain-lain”, dan “Puisi Pelo”. Kumpulan terakhir “Baju Loak Sobek Pundaknya” diperoleh dari Jaap Erkelens (Perwakilan KITLV di Indonesia). Sisanya diperoleh dari Mbak Sipon (istri Wiji Thukul). Terbitnya buku ini sangat memudahkan kita menelusuri karya-karya Wiji Thukul.

Aku Ingin Jadi Peluru berisi 136 puisi yang dibagi atas lima buku atau lima kumpulan puisi. Buku 1: Lingkungan Kita Si Mulut Besar berisi 46 puisi.. Buku 2: Ketika Rakyat Pergi berisi 17 puisi. Buku 3: Darman dan Lain-lain berisi 16 puisi. Buku 4: Puisi Pelo berisi 29 puisi. Dan Buku 5: Baju Loak Sobek Pundaknya berisi 28 puisi. Dalam catatan penerbit, Buku 5 merupakan kumpulan sajak-sajak yang ditulis Wiji Thukul ketika ia berada di masa pelarian.

Dalam proses kreatifnya, Wiji Thukul memiliki prinsip tersendiri. Puisi bagi dia adalah media yang mampu menyampaikan permasalahan dirinya selaku orang kecil, orang-orang tertindas, yang secara kebetulan mewakili suara kaum tertindas pada umumnya. Dia sesungguhnya tidak bermasud membela rakyat (penyair kerakyatan), melainkan membela dirinya sendiri, lingkungan, komunitas yang menghidupi dirinya: tukang pelitur, istri tukang jahit, bapak tukang becak, mertua pedagang barang rongsokan, dan lingkungan hidupnya yang melarat.

PUISI

Bunga dan Tembok

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri
Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami
Di manapun tirani harus tumbang!

(Wiji Thukul)
Seorang Buruh Masuk Toko
masuk toko
yang pertama kurasa adalah cahaya
yang terang benderang
tak seperti jalan-jalan sempit
di kampungku yang gelap

sorot mata para penjaga
dan lampu-lampu yang mengitariku
seperti sengaja hendak menunjukkan
dari mana asalku

aku melihat kakiku – jari-jarinya bergerak
aku melihat sandal jepitku
aku menoleh ke kiri ke kanan – bau-bau harum
aku menatap betis-betis dan sepatu
bulu tubuhku berdiri merasakan desir
kipas angin
yang berputar-putar halus lembut
badanku makin mingkup
aku melihat barang-barang yang dipajang
aku menghitung-hitung
aku menghitung upahku
aku menghitung harga tenagaku
yang menggerakkan mesin-mesin di pabrik
aku melihat harga-harga kebutuhan
di etalase
aku melihat bayanganku
makin letih
dan terus diisap

SEORANG BURUH MASUK TOKO

Oleh: Wiji Thukul























masuk toko
yang pertama kurasa adalah cahaya
yang terang benderang
tak seperti jalan-jalan sempit
di kampungku yang gelap


sorot mata para penjaga
dan lampu-lampu yang mengitariku
seperti sengaja hendak menunjukkan
dari mana asalku


aku melihat kakiku - jari-jarinya bergerak
aku melihat sandal jepitku
aku menoleh ke kiri ke kanan - bau-bau harum
aku menatap betis-betis dan sepatu
bulu tubuhku berdiri merasakan desir
kipas angin
yang berputar-putar halus lembut
badanku makin mingkup
aku melihat barang-barang yang dipajang
aku menghitung-hitung
aku menghitung upahku
aku menghitung harga tenagaku
yang menggerakkan mesin-mesin di pabrik
aku melihat harga-harga kebutuhan
di etalase
aku melihat bayanganku
makin letih
dan terus diisap

Minggu, 18 Juli 2010

Lihat Perjuangan Mereka......

Lihat Mereka..
Mereka berjuang mati-matian hanya demi sepeser rupiah
Demi menghidupi keluarganya
Aku sangat terharu dan salut melihat perjuangan mereka untuk bisa hidup
Tapi kenapa??
Orang2 yang SERBA LEBIH banyak yang tidak mensyukuri apa yang telah di beri oleh yang di atas??
Ini akan menjadi motivasi untukku untuk bisa lebih bersemangat lagi dalam menjalani kehidupan yang yaaaa lumayan berat ini..
se tidak nya aku harus bisa untuk tidak memakai biaya Ayah dan Ibuku untuk menjalani hidup ini
Terima kasih ayah ibu..
selama ini aku sudah sangat menyusahkan kalian
aku sudah banyak membebani kalian
mudah2an kehidupan ku bisa menjadi lebih baik dari hari2 yang kemarin..
Amin.